13 Juni 2024

Indotimpost

Berita Lokal Terpercaya

Pemimpin Spiritual Nusantara Mendukung Penuh Gagasan MUI Mempertemukan Tokoh Lintas Agama di Indonesia

Liputantimur.com| Jakarta – Dua agenda penting pertemuan tokoh lintas agama di Indonesia yang digagas dan dimotori Majlis Ulama Indonesia (MUI) Statemen Bersama Perwakilan Agama dan Ormas Islam serta deklarasi “Pemilu Jujur, Adil dan Damai”, pada hari Selasa, 16 Januari 2024, pukul 13.00 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.

Ketua Umum MUI, KH. M. Anwar Iskandar bersama Sekretaris Jendral MUI, Amirsyah Tambunan mengundang secara khusus Sri Eko Sriyanto Galgendu, selaku Pimpinan Spiritual Nusantara dalam acara silaturrahmi ini yang juga mengusung dua agenda utama itu.

Akan hadir sejumlah tokoh agama bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Ketua Komisi Pemilihan Umum, Hasyim Asy’ari, Ph.D., Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, K.H. M. Anwar Iskandar, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, K.H. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief, Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom, M.Th., Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia, Prof. Dr. Philip K. Widjaja, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, Xueshi Budi Santoso Tanuwibowo.

Kecuali itu, acara yang akan mendeklarasikan Pemilu Jujur, Adil, dan Damai ini, menurut Sri Eko Sriyanto Galgendu, semoga dapat menjadi titik temu yang semakin kuat dan besar, guna merajut kebersamaan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta negara Indonesia, tandasnya.

Karena itu, selaku Pemimpin Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu mendukung sepenuh hati tujuan yang baik dan akan hadir pada pertemuan yang bertujuan mulia dari para pemimpin agama-agama di Indonesia hingga rukun dan kompak untuk secara bersama menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia yang sedang diambang perpecahan. Jakarta, 15 Januari 2024.

Laporan : Jacob Ereste