13 Juni 2024

Indotimpost

Berita Lokal Terpercaya

Cahaya Spiritual Sudah Membersit Dari Timur dan Akan Segera Menerangi Seluruh Jagat Raya

INDOTIMPOST.COM | Sri Chinmoy Kumar Ghose adalah master spiritual India yang mengajar tentang meditasi di sejumlah negara Barat setelah bermukim di New York City sejak tahun 1974. Dia pun mendirikan pusat meditasinya yang pertama di Queens, New York yang kini memiliki ratusan murid di sekitar 60 negara.

Dari berbagai dokumen, pada tahun 2000 Sri Chinmoy Kumar Ghose kembali datang ke Indonesia karena terkesan pada keramahan sambutan bangsa Indonesia yang memang memiliki potensi spiritual yang kuat dan meyakinkan. Ia pun mengunjungi Jakarta, Yogyakarta, Surakarta dan Bali dengan memberi dukungan usaha pengentasan kemiskinan dengan beragam bentuk bantuan yang dibawa rombongannya dari berbagai negara, bahkan tak sedikit yang juga dibeli dari masyarakat setempat untuk didistribusikan kembali kepada warga masyarakat lainnya yang dianggap memerlukan bantuan itu.

Sri Chinmoy Kumar Ghose master spiritual kelahiran India 27 Agustus 1931 dan meninggal pada 12 Oktober 2007 semasa hidupnya kerap memberi khotbah di markas besar PBB di New York untuk para diplomat dan tamu undangan khusus yang datang dari berbagai kota dan negara. Karena itu pun pengikutnya terdiri dari individu dan latar agama serta kepercayaan yang beragam dari berbagai negara. Karena apa yang diajarkannya bukan agama, tetapi semacam semedi, tafakur atau yoga yang menjadi bagian dari jurus spiritual untuk mengheningkan batin, terpusat kepada Sang Maha Pencipta.

Pemimpin Spiritual Dunia ini pernah datang ke Indonesia pada tahun 1998 bersama pengikutnya sebanyak 500 orang dari sekitar 55 negara yang aktif sebagai anggotanya yang ikut dalam Gerakan Perdamaian Dunia. Dan penghargaan untuk orang Indonesia, kata Sri Eko Sriyanto Galgendu diperoleh oleh Susuhunan Paku Buwono XII pada tahun 2004.

Penghargaan sebagai Bapak Perdamaian Spiritual Dunia kepada Paku Buwono XII itu, selain sebagai pendiri GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) bersama Gus Dur, Prof. Dr. KH. Habib Chirzin dan Banthe Pannavaro Mahathera, Sri Eko Sriyanto Galgendu dan sejumlah tokoh agama dan pemuka agama yang ada di Indonesia, kisahnya tutur Sri Eko Sriyanto Galgendu dalam berbagai kesempatan, karena Sri Chinmoy Kumar Ghose menangkap sinyal melalui satelit akan segera lahir Pemimpin Spiritual Nusantara dari Solo. Karena seberkas cahaya yang dipantulkan itu berasal dari Surakarta Hadiningrat.

Kecuali itu, Paku Buwono XII adalah Raja Jawa yang ikhlas memberikan dukungan kepada Pemerintah Indonesia yang baru merdeka dalam bentuk kekuasaan serta otoritasnya terhadap wilayah tanpa pamrih, tiada meminta konsesi apapun. Ketulusan dan keikhlasan Susuhunan PB XII ini juga yang menjadi bagian dari pertimbangan Sri Chinmoy Kumar Ghose, Pemimpin Spiritual Dunia asal India yang sejak lama telah bermukim di New York memberi penghargaan yang bergengsi kepada Susuhunan Paku Buwono XII Sebagai Bapak Perdamaian Persaudaraan Spiritual Dunia itu, tandas Sri Eko Sriyanto Galgendu yang kini pemegang surat wasiat Gus Dur yang telah resmi tercatat dalam akte notaris tersebut.

GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) yang digagas di Solo itu, merupakan kesepakatan sejumlah tokoh yang berkomitmen membangun ikatan perdamaian dan persaudaraan spiritual bangsa-bangsa di dunia. Karena itu orientasi kegiatannya berada pada lintas agama dan bangsa & bangsa yang ditautkan oleh gerakan kesadaran dan pemahaman spiritual untuk kemaslahatan manusia di bumi.

Salah satu program pamungkasnya adalah akan segera melaksanakan kunjungan ke berbagai negara dan melaksanakan pertemuan spiritual persaudaraan antar bangsa-bangsa di Indonesia dalam waktu dekat, di Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

Hajat besar itu menurut Sri Eko Sriyanto Galgendu merupakan bagian dari pekerjaan yang diwariskan oleh Gus Dur dan Paku Buwono XII bersama KH. Habib Chirzin untuk dilaksanakan oleh GMRI. Dan itu semua merupakan rangkaian dari gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual yang harus dimulai dari Indonesia. Sehingga Nusantara akan menjadi mercu suar penerang jagat raya, tandas Sri Eko Sriyanto Galgendu yang kini telah menyandang Pemimpin Spiritual Nusantara.

Begitulah cahaya spiritual yang mulai membersit dari Nusantara yang kelak akan menerangi dunia Timur dan Dunia Barat. Toh, sosok dari Pemimpin Spiritual Nusantara sudah ada di Indonesia sekarang.

Banten, 5 Juni 2024. (Jacob Ereste)